Pembinaan dan Pelatihan LPMK

Pemaparan Materi oleh Narasumber, Bapak M. Syabani.

karyabhakti.desa.id | Selasa, 6 November 2018 – Bertempat di Balai Kampung Paduan Rajawali, Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kampung (LPMK) dari 4 Kampung duduk bersama untuk memperoleh ilmu pengetahuan mengenai LPMK. Sebagai narasumber hadir Bapak Edi Mulyadi, M. Syabani dan Yudi Hermawan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Kelurahan (DPMKK) Kabupaten Tulang Bawang. Acara yang dimulai pada pukul 19.30 WIB tersebut dihadiri oleh kurang lebin 20 peserta meliputi LPMK Kampung Karya Bhakti, Paduan Rajawali, Marga Jaya dan Mulyo Aji.

Sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Kepala Kampung Paduan Rajawali, Bapak Heri Antoni. (Dokumen karyabhakti.desa.id)

Acara yang dibuka dan diawali dengan sambutan dari Kepala Kampung Paduan Rajawali, Bapak Heri Antoni selaku tuan rumah berlangsung dengan baik dan lancar. Pada acara tersebut disampaikan oleh Bapak Dewan (demikian sapaan akrab Kepala Kampung Paduan Rajawali) agar peserta dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat sehingga dapat ikut serta berperan aktif dalam kemajuan kampung. Tidak lupa pula beliau berpesan agar peserta mengikuti setiap acaranya dengan seksama sehingga hasil yang diperoleh akan maksimal.

Dilanjutkan pemaparan oleh narasumber yakni Bapak M. Syabani mengenai Rencana Kerja Pemerintah Kampung. Secara garis besar disampaikan peran LPMK terkait proses Rencana Kerja Pemerintahan mulai dari penyusunan RPJM-Kam hingga selesai. Tugas Ketua LPMK pada perumusan RPJM-Kam adalah sebagai sekretaris. Sementara ketua Tim Penyusun RPJM-Kam adalah sekretaris desa. Lebih lanjut disampaikan bahwa LPMK harus menunjukkan kinerja terlebih dahulu, sehingga Aparatur Kampung dan jajarannya akan memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan Lembaga tersebut untuk kelancaran administrasi di kemudian hari. Karena dipungkiri atau tidak, seluruh Indonesia hampir mengalami nasib yang sama untuk Lembaga Kemasyarakatan tersebut. Disampaikan oleh narasumber bahwa LPMK ini dianggap mati tapi ada, dianggap ada tapi mati suri. Maka dari itu dihimbau kepada pengurus LPMK untuk seaktif mungkin dalam setiap kegiatan di kampungnya.

Peserta Pembinaan antusias memperhatikan pemaparan oleh Narasumber (Dokumentasi karyabhakti.desa.id)

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Bapak Yudi Hermawan. Beliau menyampaikan terkait dengan tugas pokok dan fungsi (TuPokSi) dari LPMK. Gambaran umum dari pemaparan Bung Yudi (sapaan akrab beliau) sebagai berikut.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kampung (LPMK) adalah wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra Pemerintah Daerah dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat di bidang pembangunan. LPMK berkedudukan di masing-masing Kelurahan/Kampung. LPMK mempunyai tugas membantu Pemerintah Kampung / Lurah dalam pelaksanaan urusan pemerintahan, pembangunan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Tugas tersebut meliputi :

  • menyusun rencana pembangunan secara partisipatif;
  • melaksanakan, mengendalikan, memanfaatkan, memelihara dan mengembangkan pembangunan secara partisipatif;
  • menggerakkan dan mengembangkan partisipasi, gotong royong, dan swadaya masyarakat; dan
  • menumbuhkembangkan kondisi dinamis masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat.

dalam pelaksanaan tugas sebagai mana di atas LPMK mempunyai fungsi :

  • penampungan dan penyaluran aspirasi masyarakat dalam pembangunan;
  • penanaman dan pemupukan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dalam kerangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • peningkatan kualitas dan percepatan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat;
  • penyusun rencana, pelaksana dan pengelola pembangunan serta pemanfaat, pelestarian dan pengembangan hasil-hasil pembangunan secara partisipatif;
  • penumbuhkembangan dan penggerak prakarsa dan partisipasi, serta swadaya gotong royong masyarakat;
  • penggali, pendayagunaan dan pengembangan potensi sumber daya serta keserasian lingkungan hidup;
  • pengembangan kreativitas, pencegahan kenakalan, penyalahgunaan obat terlarang (Narkoba) bagi remaja;
  • pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga;
  • pemberdayaan dan perlindungan hak politik masyarakat; dan
  • pendukung media komunikasi, informasi, sosialisasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.

Pengurus LPMK dipilih dalam forum musyawarah dari anggota masyarakat yang mempunyai kemauan, kemampuan dan kepedulian. Syarat menjadi pengurus LPMK, sebagai berikut :

  • Warga Negara Republik Indonesia;
  • Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945;
  • Sudah berumur 18 tahun dan/atau sudah pernah menikah;
  • Penduduk setempat, bertempat tinggal di kelurahan yang bersangkutan;
  • Tidak sedang menjabat sebagai pengurus di lembaga kemasyarakatan lain;
  • Berkelakuan baik dan jujur;
  • Cakap, berwibawa, dan bertanggung jawab;
  • Mempunyai kemauan, kemampuan, dan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat; dan
  • dipilih secara musyawarah dan mufakat.

LPMK dapat menerima bimbingan, pelatihan, pembinaan, dari Pemerintah, Pemerintah Propinsi. Pemerintah Kota melakukan fungsi bimbingan, pelatihan, pembinaan, dan pengawasan terhadap Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota yang pelaksanaannya dapat dilimpahkan kepada Camat setempat.

KEGIATAN LPMK

Kegiatan-kegiatan LPMK dalam hal pembangunan meliputi kegiatan-kegiatan pembangunan fisik yaitu pembangunan saluran air, perbaikan jalan dan gedung dan pembangunan non fisik berupa sosialisasi dan pelatihan bersama-sama dengan Lembaga Masyarakat lain yang ada di Kampung.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan